Ide "Self Investment" dan Seluk Beluk Menjalaninya Part 1

Sebagai manusia yang umurnya masih muda, yaitu kurang dari 30 tahun, ada baiknya untuk banyak belajar berbagai hal. Baik itu bermanfaat di dunia maupun di akhirat. Hal - hal yang bermanfaat di dunia selain sebagai pengetahuan, juga bisa saja dimanfaatkan sebagai pemasukan sampingan. Ambillah contoh belajar menjahit, apabila kita sudah terampil, bisa saja kita membuka jasa menjahit, hitung - hitung menambah pemasukan.

Dari pribadi penulis sendiri sebenarnya ada beberapa ide yang dapat digunakan sebagai pengembangan diri. Yang pertama yang ingin dibahas adalah belajar bahasa. Sebenarnya hal ini muncul salah satunya karena ada berita yang mengatakan bahwa Cristiano Ronaldo saat baru saja pindah ke Juventus dan di wawancara oleh seorang wartawan, Ronaldo menjawab "Beri waktu saya 6 bulan dan akan saya jawab dalam bahasa anda" lalu sayapun terinspirasi dari hal tersebut. Setelah dipikir, tidak ada ruginya untuk belajar bahasa, apalagi bahasa yang sedang ngetrend saat itu. Ambil contoh Bahasa Arab, atau Bahasa Jepang. Misal kita ambil waktu disela kesibukan kita sehari - hari untuk belajar bahasa tersebut, katakanlah selama 6 bulan (secara intensif dan konsisten tentunya) saya yakin pasti akan berkembang secara pesat. Hal inipun kelak bisa bermanfaat secara luas,loh. Apabila kelak kita ke negara tersebut ataupun bertemu turis dari negara tersebut, tentu akan menjadi keuntungan tersendiri. Selain itu bila kita sudah cukup percaya diri, kita juga bisa buka les - lesan , lumayan buat nambah relasi dan penghasilan.

Yang berikutnya yang terpikirkan adalah belajar pemrograman, ataupun design web, ataupun hal - hal sejenisnya. Karena di era ini keahlian tersebut pasti akan berguna dan banyak yang memerlukan, jadi tidak ada salahnya untuk belajar keahlian ini. Memang keahlian - keahlian seperti ini diperlukan passion serta ketekunan dalam menjalaninya, karena bagi orang yang benar - benar mulai dari nol pasti akan butuh lebih banyak usaha. Penulis pun sampai saat ini masih dalam level "ingin" dan masih belum mulai untuk belajar.

Sebenarnya masih banyak ide - ide yang lain, namun secara umum sama dengan hal yang saya sebutkan diatas. Entah itu belajar AutoCAD, CorelDraw, Photoshop, dll, saya rasa diperlukan ketekunan dan passion agar lebih "mantap" dalam menjalaninya. Terkait ide - ide semua itu, tentunya tak lepas dari bagaimana kita meluangkan waktu di sela - sela waktu kita yang sibuk.

Yang dirasakan oleh penulis adalah memang yang dibutuhkan konsistensi dan keseriusan dalam menjalaninya. Berikut ini adalah contoh dari daily life seorang pekerja pabrik, seperti penulis ini. Sistem kerja di pabrik penulis ini adalah 6 hari kerja, dimana Senin sampai Jumat jam kerja adalah jam 8 sampai jam 4. Untuk hari sabtu jam 8 sampai jam setengah 2. Idealnya, bangun pagi hari jam - jam subuh (tapi seringkali penulis bangun kesiangan, jam - jam 6 - setengah 7an). Setelah bangun biasanya mandi, siap - siap sampai jam 7. setelah itu mungkin selama beberapa menit bisa kita curahkan waktu kita pada Allah Subhanahu Wata'ala. Mungkin tips biar bisa lebih ikhlas dalam menjalaninya, bisa kita pakai sebagai wujud rasa syukur kita, ataupun wujud "keluh kesah" kita saat kita sedang ada masalah dalam hidup.

Lanjut, pulang kerja biasanya rata - rata keluar kantor jam setengah - jam 5an. Pulang ke kos ada waktu cukup untuk mandi dan beberapa hal lainnya selama beberapa menit sebelum masuk waktu magrib. Habis magriban biasanya digunakan untuk membeli makan, kemudian ada waktu beberapa menit sebelum masuk waktu Isya'. Setelah Isya' sekitar jam setengah 8an, barulah bisa ada waktu untuk melakukan hal yang dinginkan. Idealnya sih belajar seperti hal - hal tadi. Tapi biasanya jam - jam segini sudah lelah dan mengantuk, sehingga paling yang dilakukan adalah tiduran sambil buka HP, lalu tidur, dan besok pagi lagi siklusnya berulang.

Bersambung di Part selanjutnya

Komentar